Kamis, 22 September 2016

Kekuatan dan Kelemahan Sistem Ekonomi

3.2.5.Mendeskripsikan kekuatan dan kelemahan masing-masing sistem ekonomi.
1. Sistem Ekonomi Tradisional.
Kelebihan:
a)      Tidak terdapat persaingan ekonomi yang tidak sehat.
b)      Masyarakat merasa cukup aman karena tidak ada beban yang berat yang harus dipikul.
c)      Tidak mementingkan diri sendiri.
Kelemahan:
a)      Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini.
b)      Teknologi yang digunakan terkesan amat sederhana dan tradisional sehingga efisien dan produktivitas masih sangat rendah.
c)      Tidak adanya persaingan diantara individu-individu di masyarakat menyebabkan tidak adanya prestasi individu yang dapat dibanggakan.
d)     Kualitas barang kurang terjamin.
2. Sistem Ekonomi terpusat/komando.
Kelebihan:
a)      Pemerintah bertanggung jawab terhadap jenis dan kegiatan ekonomi.
b)      Pemerintah mengatur,mengendalikan,dan mengawasi tingkat harga di pasar.
c)      Pemerintah mengatur distribusi barang hasil produksi.
d)     Kondisi perekonomian relatif stabil dan jarang terjadi krisis ekonomi.
e)      Terwujudnya distribusi pendapatan secara adil dan merata.
Kelemahan:
a)      Inisiatif dan daya kreasi perorangan tidak berkembang.
b)      Tidak ada kebebasan atas hak milik alat dan sumber daya ekonomi.
c)      Hak milik individu/perorangan tidak diakui,kecuali barang yang dibagikan pemerintah.
d)     Sulit menghitung kebutuhan masyarakat sehingga biaya produksi cukup besar.
e)      Terjadi distribusi barang yang tidak selalu dibutuhkan masyarakat.
Sumber : Buku ekonomi kelas X kurikulum 2013

3. Sistem Ekonomi Pasar/Liberal.
Kelebihan :
a)      Setiap individu bebas berekonomi sesuai keahlian dan keterampilannya.
b)      Masyarakat dapat mengembangkan inisiatif dan kreativitas.
c)      Adanya persaingan usaha dalam memproduksi produk berkualitas.
d)     Tercapainya efisiensi dan efektivitas karena kegiatan ekonomi berdasarkan prinsip ekonomi.
Kelemahan:
a)      Adanya persaingan tidak sehat karena timbulnya eksploitasi ekonomi oleh pemilik modal.
b)      Adanya modal yang terpusat sehingga menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
c)      Adanya kesenjangan ekonomi karena distribusi pendapatan tidak merata.
d)     Kebebasan berekonomi yang bisa mendorong ketidakstabilan perekonomian (rentan krisis).
Sumber : Buku ekonomi kelas X kurikulum 2013


4. Sistem Ekonomi Campuran.
Kelebihan:
a)      Kestabilan pertumbuhan ekonomi terjaga.
b)      Inisiatif dan kreativitas dapat berkembang.
c)      Campur tangan pemerintah bisa meminimalkan monopoli usaha oleh pihak swasta.
d)     Pemerintah dapat lebih fokus dalam memberdayakan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
Kelemahan:
a)      Campur tangan pemerintah yang lemah memungkinkan berlakunya sistem ekonomi pasar.
b)      Campur tangan pemerintah yang terlalu kuat bisa mendekati sistem ekonomi komando.
c)      Adanya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam.
Sumber: Buku ekonomi kelas X kurikulum 2013

5. Sistem ekonomi pusat di Indonesia.
    Sistem demokrasi ekonomi/pancasila.
Kelebihan:
a)      Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
b)      Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup rakyat banyak dikuasai oleh negara.
c)      Bumi,air,dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat serta pengawasan terhadap kebijakannya ada pada lembaga perwakilan rakyat pula.
d)     Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permuwakafan lembaga perwakilan rakyat serta pengawasan terhadap kebijakannya ada pada lembaga perwakilan rakyat pula.
e)      Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
f)       Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
g)      Potensi,inisiatif,dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
h)      Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
Kelemahan:
a)      Sistem “Free Fight Liberalism” yang menumbuhkan eksploitasi manusia dan bangsa lain.
b)      Sistem “Etatisme”,negara sangat dominan serta mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
c)      Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.
Sumber: http://siparaupedia.blogspot.co.id/?m=1



Makalah verba dan nomina

Macam-Macam Verba dan Nomina dalam  Bahasa Indonesia



Oleh:
1.Ayu Prigitha Intan Cahyani  (X IPS 1/ 05)
2.Dherisa Novinda Sari  (X IPS 1/ 10)



SMA NEGERI 1 WONOGIRI
2016

Macam-Macam Verba dan Nomina dalam  Bahasa Indonesia
A.Pendahuluan.
1.Latar Belakang.
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik(.), tanda tanya(?) dan tanda seru(!).
Dalam dunia bahasa terdapat macam-macam kalimat. Diantaranya kalimat nominal dan kalimat verbal. Kalimat verbal dan kalimat nominal merupakan hal yang sangat penting dalam menyusun sebuah kata, namun banyak juga yang tidak mengetahui dua kalimat tersebut. Sebenarnya kita dapat membuat kalimat tersebut dengan mudah, hanya saja terkadang kita tidak terlalu memperhatikan apa nama dari susunan kalimat mereka. Hal ini dapat disebabkan karena kita banyak berfikiran bahwa dua kalimat tersebut tidak terlalu perlu untuk diingat-ingat, atau ada juga yang berfikiran bahwa kalimat tersebut hanya ada di pelajaran bahasa indonesia.
B. Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian verba?
2.    Apa pengertian nomina?
3.    Bagaimana macam-macam verba dan nomina dalam bahasa indonesia?
4.    Apa saja contoh dari masing-masing verba dan nomina dalam bahasa indonesia?

C. Pembahasan.
1. Verba
A. Pengertian
Kata kerja atau verba adalah kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan, proses, dan keadaan yang bukan merupakan sifat.Kata kerja pada umumnya berfungsi sebagai predikat dalam kalimat. Sedangkan, menurut Sudaryanto (1991 : 6) yang dimaksud dengan verba adalah kata yang menyatakan perbuatan, dapat dinyatakan dengan modus perintah, dan bervalensi dengan aspek keberlangsungan yang dinyatakan dengan kata ‘lagi’ (sedang).
Pendapat lain, dikemukakan oleh Harimurti Kridalaksana (1993: 226) menyatakan bahwa verba adalah kelas kata yang biasanya berfungsi sebagai predikat dalam beberapa bahasa lain verba mempunyai ciri morfologis seperti kata, aspek, dan pesona atau jumlah. Sebagian verba memiliki unsur semantis perbuatan, keadaan dan proses, kelas kata dalam bahasa Indonesia ditandai dengan kemungkinan untuk diawali dengan kata tidak  dan tidak mungkin diawali dengan kata seperti sangat, lebih, dan sebagainya.
Selanjutnya pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Mess (1992:4) yang berhubungan dengan pengertian verba atau kata kerja. Beliau mengatakan : sesuai dengan namanya, kata kerja pada umumnya menyatakan suatu pekerjaan, perbuatan atau gerak. Ciri-ciri fisik lain yang ditampakan secara tradisional adalah kemungkinan menduduki fungsi predikat oleh sebuah kalimat verba. Ciri-ciri fisik yang paling menonjol adalah kemampuan menduduki posisi memerintah(imperatif) secara langsung.
B. Ciri-Ciri Verba.
Ciri-ciri kata kerja adalah:
1. Umumnya menempati fungsi predikat dalam kalimat.


Contoh:
Nando   berbaju  hitam
     S           P          Pel
2. Dapat didahului kata keterangan akan,  sedang,  dan sudah.
Contoh:
Kris  sedang menonton  televisi
S                  P                     O 
3.Dapat didahului kata ingkar tidak.
   Contoh:
Pintu ini  tidak dikunci  sejak tadi malam
      S                  P                  Ket.waktu
4. Dapat dipakai dalam kalimat perintah, khususnya yang bermakna perbuatan.
Contoh:
Kirimkan surat ini sekarang juga!
5.Tidak dapat didahului kata paling.
    Contoh:
Paling datang(?)

C. Jenis-Jenis Verba
Kata kerja dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
1.    Kata Kerja Transitif: Kata kerja transitif merupakan kata kerja yang selalu diikuti oleh unsur subjek, contoh : membeli, membunuh memotong, dll. Dilihat dari segi bentuknya kata kerja transitif dapat dibagi menjadi 2 bentuk, yaitu: Kata kerja transitif berimbuhan dan kata kerja transitif tak berimbuhan.
2.    Kata Kerja Intransitif: Kata kerja intransitif ialah kata kerja yang tidak memerlukan pelengkap. Seperti kata tidur untuk contoh kalimat berikut: saya tidur, pada kalimat tersebut kata tidur yang berposisi sebagai predikat (P) tidak lagi diminta menerangkan untuk memperjelas kalimatnya, karena kalimat itu sudah jelas.
Di dalam Bahasa Indonesia ada 2 dasar dalam pembentukan verba, yaitu dasar yang tanpa afiks tetapi telah mandiri karena telah memiliki makna, dan bentuk dasar yang berafiks atau turunan. Dari bentuk verba ini dapat dibedakan menjadi :
  1. Verba Dasar Bebas:  ialah verba yang beruba morfem dasar bebas, misalnya: duduk, makan, mandi, minum, dll.
  2. Verba Turunan: ialah verba yang telah mengalami afiksasi, reduplikasi, gabungan proses atau berupa paduan leksem.
     2. Nomina.
A. Pengertian.
          Nomina atau kata benda adalah kalimat yang berpredikat bukan kata kerja, melainkan berjenis kata benda, kata sifat, kata bilangan, kata ganti, atau kata keterangan. Misalnya: kakaknya rajin, adiknya manis, orang tuanya kaya, ibunya guru.




B.Ciri-Ciri Nomina.
Dari segi sintaksisnya nomina memiliki ciri-ciri:
a)    Dalam kalimat yang predikatnya berupa kata kerja (verba),nomina cenderung menduduki fungsi subjek, objek, atau pelengkap.
Contoh: Ayah sedang mencari kunci inggris.
Pada kalimat di atas, kata kunci inggris yang menduduki fungsi objek adalah kata benda.
b)   Nomina hanya dapat diingkarkan dengan kata bukan.
Contoh: Ayah saya bukan seorang guru.
c)    Nomina biasanya dapat diikuti oleh kata sifat(adjektiva) baik secara langsung maupun dengan perantara”yang”.
Contoh: Kata”buku”
Dapat digabung dengan adjektiva: “buku tebal”. Dapat disisipi kata “yang”: “buku yang tebal”.
d)   Nomina dapat mengalami proses lain seperti proses reduplikasi ataupun proses pemajemukan dengan kata lain.
Contoh: Reduplikasi, misalnya: buku-buku, mobil-mobil, orang-orangan, kekanak-kanakan.                  
Kata majemuk, misalnya: bawah tanah, peran serta, tumpang tindih.
C. Jenis-Jenis Nomina
a)    Nomina Konkret.
Nomina konkret adalah benda-benda yang bentuknya dapat dideskripsikan dengan pancaindera, contohnya meja, kursi, telepon, dan lain-lain.
b)   Nomina Khusus.
Nomina khusus adalah nomina tentang nama tertentu. Ciri dari nomina ini adalah diawali dengan huruf kapital, seperti nama orang, nama negara, nama tempat, nama perusahaan, dan lain-lain.
c)    Nomina Umum.
Nomina umum adalah kata benda yang sangat umum, seperti sepak bola, pelajar, murid, desa, dan lain-lain.
d)   Nomina Kolektif
Nomina Kolektif  adalah nomina yang mengandung arti kumpulan, koleksi, atau jumlah yang majemuk. Contohnya sekelompok manusia, hadirin, majelis, semua, dan lain-lain.
e)    Nomina Abstrak.
Nomina abstrak adalah nomina yang tidak dapat dideskripsikan dengan pancaindera. Contohnya, kemerdekaan, kebebasan, kebahagiaan, tindakan, dan lain-lain.
f)    Nomina Penjumlahan.
Nomina ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu nomina terhitung dan nomina tak terhitung.
Nomina terhitung adalah nomina yang dapat dihitung dan dapat didampingi oleh manusia, sedangkan nomina tak terhitung adalah nomina yang tidak dapat didampingi dengan manusia.
Macam-macam Kalimat Nomina Berdasarkan Predikatnya:
a)    Kalimat Nominal Ekuatif.
Adalah kalimat nominal yang predikatnya kata benda.
Contoh: 1. Dia guru bahasa
              2. Ayahnya seorang guru
b)   Kalimat Nominal Statif.
Adalah kalimat nominal yang predikatnya kata sifat.
Contoh: 1. Adik marah
              2.Parasnya indah sekali.
Predikat kalimat nominal dapat pula berupa kata bilangan.
Contoh: Gajinya 20 ribu rupiah
                    S               P (kata bilangan)
Berdasarkan bentuknya, kata benda dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu:
a)    Kata benda dasar adalah kata benda yang hanya terdiri atas satu morferm.
Contoh: gelas, air, meja, kardus, kami, kakak, motor, koran, Palembang,    ember, rumah, gunung, November.
b)   Kata benda turunan, terbagi atas:
1.        Kata benda berimbuhan
Contoh: kementrian, pelabuhan, kemasan, perusahaan.
2.    Kata benda bereduplikasi
Contoh: rumah-rumah, dedaunan, bocah-bocah, pepohonan, buku-buku, mobil-mobilan, lauk-pauk, sayur-mayur, padi-padian.
3.    Kata benda yang berasal dari berbagai kelas, karena proses:
a.         Deverbalisasi
Contoh: pengembangan, pendidikan, ketertarikan, keterbukaan.
b.        Deadjektivalisasi
Contoh: Petinggi, keseriusan, kematangan, perusakan.
c.         Denumeralisasi
Contoh: Keseluruhan, kesatuan, persatuan.
d.        Deadverbialisasi
Contoh: Kekurangan, kelebihan,keterlaluan.
4.     Kata benda yang mengalami proses pemajemukan.
Contoh: Ganti rugi, tata tertib, uang muka, tata kota, mahaguru, anak cucu, lalu lintas, sepak bola, unjuk rasa.

D. Penutup
Kata kerja atau verba adalah kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan, proses, dan keadaan yang bukan merupakan sifat.
Kata kerja dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
1.      Kata Kerja Transitif
Dilihat dari segi bentuknya kata kerja transitif dapat dibagi menjadi 2 bentuk, yaitu: Kata kerja transitif berimbuhan dan kata kerja transitif tak berimbuhan.
2.      Kata Kerja Intransitif
Di dalam Bahasa Indonesia ada 2 dasar dalam pembentukan verba, yaitu dasar yang tanpa afiks tetapi telah mandiri karena telah memiliki makna, dan bentuk dasar yang berafiks atau turunan. Dari bentuk verba ini dapat dibedakan menjadi :
a)      Verba Dasar Bebas
b)      Verba Turunan
          Nomina atau kata benda adalah kalimat yang berpredikat bukan kata kerja, melainkan berjenis kata benda, kata sifat, kata bilangan, kata ganti, atau kata keterangan.
Jenis-jenis nomina
a)      Nomina Konkret.
b)      Nomina Khusus.
c)      Nomina Umum.
d)     Nomina Kolektif
e)      Nomina Abstrak.
f)       Nomina Penjumlahan.
Macam-macam Kalimat Nomina Berdasarkan Predikatnya:
a)      Kalimat Nominal Ekuatif.
b)      Kalimat Nominal Statif.
Berdasarkan bentuknya, kata benda dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu:
a)      Kata benda dasar
b)      Kata benda turunan, terbagi atas:
1.      Kata benda berimbuhan
2.      Kata benda bereduplikasi
3.      Kata benda yang berasal dari berbagai kelas, karena proses:
a.       Deverbalisasi
b.      Deadjektivalisasi
c.       Denumeralisasi
d.      Deadverbialisasi
4.      Kata benda yang mengalami proses pemajemukan

E. Daftar Pustaka
http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html
http://hermabastra09.blogspot.co.id/2012/06/pengertian-verba-dan-jenis-jenis-verba.html
https://goresankertasadres.blogspot.co.id/?m=1









Senin, 11 April 2016

Text Recount ( Followed The Race )

When I was little,I always looked forward to 17 th August because it was the day of Indonesia’s Independence.There were a lot of entertainment such as carnivals,competitions,and much more.On that day,I had a most memorable experience. When I was still about seven years old,I participated in various competitions in my village.At the time,all the children in my village followed the race for the prize that had been prepared by the committee.I followed the race broke water and the sack race. When the race broke water,my eyes were covered with cloth.With great difficulty,I could won the race.When followed the sack race,I jumped very high and fast.Though I feel,I stand up and run.I won the race broke water and I lost in winning the sack race.I get a gift from the committee. That the most memorable experience for me.And Iam very happy because it can followed the race for the first time.

Text Recount ( My Vacation At Yogyakarta )

Three years ago,I went to Yogyakarta with my friends and my teachers.We went to Yogyakarta by bus.I sat with a friend named Luffytha.I woke early in the morning.My mother and I packed some clothes and prepared food and some snacks.After everything got ready,I went to school with luffytha.After arrived at our school go directly to the bus.We left the school at eight o’clock. It was about ten.We arrived at Yogyakarta.First of all,we visited to Borobudur Temple.Borobudur Temple at Budur village,Magelang,Central Java.Borobudur Temple is the biggest temple in the world.It has 504 statue and 1400 relief.From the top of the temple,we can looked beautiful scenery. Then we went to Parangtritis Beach.There were a lot of tourists because it was holiday.I saw many foreign visitors too.I and my friends watched us playing with sand in the beach.After that we having lunch and we went on our picnic to the Museum Jogja Kembali and Malioboro Shopping Centre. We drove back to Wonogiri at seven o’clock and arrived home at nine o’clock.We were tired but happy.

Sabtu, 09 April 2016

Pengangkatan 7 jenazah Jenderal Pahlawan Revolusi Dari Lubang Buaya

Pengangkatan 7 Jenazah Jenderal Pahlawan Revolusi dari Lubang Buaya Pada 3 Oktober 1965 tiga kompi yang dipimpin Lettu Feisal Tanjung menyisir Desa Lubang Buaya di daerah Pondok Gede. Feisal lantas memerintahkan pasukan Letda Sintong Panjaitan menyisir sebuah daerah yang dijadikan latihan Pemuda Rakyat (PR), Barisan Tani Indonesia (BTI), dan Gerwani (organisasi massa di bawah PKI) dengan teliti. Atas laporan penduduk, anak buah Sintong menemukan tanah di bawah pohon yang semula adalah sumur, tapi sudah ditimbun. Tempat itu kemudian digali secara bergantian oleh anggota peleton 1 RPKAD. Ketika kedalaman sekitar dua meter, mereka menemukan timbunan daun-daun yang masih segar, batang pohon pisang, dan potongan kain warna merah, hijau, serta kuning. Potongan kain ini sejenis dengan kain yang dipakai sebagai tanda oleh Yonif 454/Banteng Raiders dari Jawa Tengah dan Yonif 530/Raiders Jawa Timur. Beberapa warga setempat kemudian menawarkan diri untuk membantu penggalian sumur tersebut. Kebanyakan adalah orang yang biasa bekerja menggali kuburan. Setelah penggalian sekitar delapan meter, seorang penggali berteriak-teriak minta ditarik ke atas karena tak tahan bau busuk yang mengganggu pernapasannya. Seorang anggota peleton 1 kemudian masuk ke dalam dan menemukan kaki yang mencuat ke atas. Di bawahnya ternyata terdapat jenazah. Sintong lantas melaporkannya ke Lettu Feisal Tanjung, kemudian secara berjenjang laporan itu sampai ke Pangkostrad Mayjen Soeharto. Setelah mendapat kepastian itu, sekitar pukul 22.00 Mayjen Soeharto lewat radio menyuruh Kolonel Sarwo Edhie di Mako RPKAD, Cijantung, untuk menghentikan penggalian. Sebab, Soeharto ingin menyaksikan pengangkatan jenazah enam jenderal dan satu perwira pertama TNI-AD yang diculik pasukan G-30-S. Peralatan oksigen untuk mengangkat jenazah mereka dipinjam dari KKo (Korps Komando, sekarang Marinir) AL. Pada 4 Oktober 1965, sekitar pukul 04.30, Komandan Kompi Intai Para Amfibi KKo AL Kapten KKo Winanto bersama satu tim tiba di Desa Lubang Buaya. Mereka terdiri atas delapan penyelam serta dua dokter. Yakni, dr Kho Tjio Ling dan drg Sumargo. Setelah rapat kilat, jenazah para pahlawan revolusi itu akan diangkat dengan memakai tali. Peralatan selam dipakai secara bergantian oleh pasukan Kipam KKo AL, RPKAD, dan penduduk setempat yang ikut membantu. Pukul 12.05, Kopral Anang, anggota RPKAD yang pernah mengenyam pendidikan selam di Kopaska ALRI, masuk ke sumur dengan oxygen mask. Ia berhasil mengikatkan tali ke salah satu korban. Setelah diangkat, jasad itu adalah Lettu czi Pierre Andreas Tendean, ajudan Menko Hankam/Kasab Jenderal A.H. Nasution. Pukul 12.15, Serma KKo Suparimin turun dan mengikatkan tali pada salah satu jenazah, tapi tidak bisa diangkat karena berimpitan dengan jasad lainnya. Pukul 12.30, Pratu KKo Subekti berhasil mengikatkan tali ke salah satu jenazah. Ikatan tersebut berhasil mengangkat dua jenazah sekaligus. Yakni, jasad Mayjen Suwondo Parman (asisten I bidang intelijen Menpangad) dan Mayjen Soeprapto (deputi II Menpangad). Pukul 12.55, Kopral KKo Hartono mengikatkan tali ke dua jenazah secara terpisah. Dua korban itu adalah Mayjen Haryono M.T. (deputi III Menpangad) dan Brigjen Sutoyo Siswomihardjo (inspektur kehakiman/oditur jenderal TNI-AD). Setelah beristirahat sejenak, pukul 13.30 Serma KKo Suparimin turun untuk kali kedua. Ia mengikatkan tali ke jenazah lain, yakni Letjen A. Yani (Menpangad). Enam jenazah itu kemudian dibaringkan di peti mayat yang sudah disiapkan Rumah Sakit Pusat TNI-AD (RSPAD). Sementara pasukan dari KKo dan RPKAD yang ikut mengangkat jenazah pahlawan revolusi mulai kelelahan. Bahkan, ada prajurit pilihan yang muntah-muntah karena keracunan bau busuk yang menyengat. Melihat anak buahnya kepayahan, Kapten KKo Winanto berinisiatif mengecek lagi ke dalam sumur untuk memastikan masih ada atau tidak jenazah lain. Alumnus AAL 1959 itu ternyata berhasil menemukan satu jasad lagi, yakni Brigjen D.I. Pandjaitan (asisten IV bidang logistik Menpangad). Dengan demikian, lengkap sudah tujuh jenazah pahlawan revolusi yang diangkat dari sumur di Desa Lubang Buaya tersebut. Mereka dimakamkan dengan upacara militer yang penuh haru tepat pada Hari Angkatan Bersenjata, 5 Oktober 1965. Jenderal A.H. Nasution melepaskan mereka dengan pidato yang menyentuh saat pemberangkatan di Mabes AD.

PROSES PERUBAHAN BUDAYA "BUDAYA DULU DAN BUDAYA SEKARANG"

PROSES PERUBAHAN BUDAYA "BUDAYA DULU DAN BUDAYA SEKARANG" NO Budaya  Dulu Proses Perubahan Budaya Sekarang 1. Adan...